Label

Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2012

Pria Pintar Memasak, Memikat Wanita?

Pria Pintar Memasak, Memikat Wanita?Ghiboo.com - Tidak banyak pria yang bisa memasak, namun jika Anda diberi anugerah itu, maka anda beruntung. Mungkin Anda bukan seorang koki. Namun, jika keahlian memasak Anda diatas rata-rata, bisa jadi di lingkungan Anda, Anda disebut sebagai 'koki'.

Keuntungannya, keahlian Anda itu bisa digunakan untuk memikat wanita. Dibawah ini beberapa tips untuk pria yang bisa memasak dalam memikat hari wanita, seperti dikutip dari boldsky:

Masak untuk mengesankan

Wanita suka pria yang bisa memasak untuk mengesankan mereka. Coba saja buat makan malam romantis, dengan Anda sebagai koki handalnya. 

Jangan masak makanan biasa

Perempuan suka melihat pria yang memasak makanan mewah dan susah dan bukan makanan biasa. Jadi, masaklah menu yang spesial untuk wanita yang Anda sukai agar dia tetap disamping Anda. 

Masak ketika dia inginkan Anda

Wanita suka pria membantu di dapur hanya ketika wanita menginginkannya. Wanita tidak akan suka kalau Anda ikut masuk dapur dan membantunya, hal itu akan sedikit menganggunya. 

Bantu tapi tidak mendikte

Secara fakta dapur memang milik wanita. Anda hanya tamu, jadi jika Anda ingin menjadi tamu yang diinginkan, jangan menganggu dia atau menasihatinya. Cukup melakukan penawaran dan itu akan membuatnya bahagia. 

Jangan rewel

Kebanyakan, pria yang bisa memasak cenderung sedikit rewel. Anda mungkin menggunakan gaya Anda pribadi ketika masak dan mungkin sedikit berbeda dengan wanita incaran Anda. Jadi jangan terlalu rewel dan banyak mengkritik, karena wanita akan mengklasifikasikan Anda sebagai "pembuat keributan".

Buatkan sarapan di tempat tidur

Biasanya semua orang pemalas di pagi hari. Dibutuhkan sedikit waktu untuk menyiapkan makan malam mewah daripada membuat sarapan pagi-pagi. Jika Anda bisa bangun lebih pagi, maka layanilah dia dengan melayani sarapan pagi di tempat tidur. Ini akan menjadi awal pagi yang menyenangkan bagi wanita. 

Siap memasak?

Wah, Ibu Hamil yang Pakai Ponsel Akibatkan anak Hiperaktif

Ibu hamil menggunakan telepon selular (ilustrasi).REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Calon ibu yang terlalu sering memakai telepon seluler saat hamil bisa mengakibatkan anaknya lahir membawa sifat hiperaktif. Peneliti meyakini radiasi dari telepon genggam dapat merusak perkembangan otak bayi di dalam kandungan.
Profesor Hugh Taylor dari Universitas Yale mengungkapkan radiasi telepon genggam dapat membuat si jabang bayi memiliki memori yang rendah, rasa cemas, dan perilaku buruk.
The Sun melaporkan, Jumat (16/3), kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti melakukan percobaan pada tikus yang tengah mengandung. Bayi tikus yang lahir mengalami masalah memori dan kegelisahan setelah lahir. Hal serupa tidak terjadi pada anak tikus yang ibunya tidak mendapatkan radiasi ponsel.
"Kami telah melihat ada masalah perilaku yang menyerupai ADHD terhadap anak tikus yang mendapat paparan radiasi ponsel saat masih berada di rahim," kata Taylor.
ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gangguan perkembangan dalam aktivitas motorik anak. Penyakit ini membuat perilaku anak cenderung berlebihan.
Hal ini merupakan bukti eksperimental yang pertama. Selain berpengaruh pada si jabang bayi, paparan radiasi juga mempengaruhi orang dewasa. Namun, Profesor Eric Taylor dari King's College London mengatakan ponsel tidak bisa disalahkan atas peningkatan kadar ADHD dalam anak.

Selasa, 13 Maret 2012

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU TAUHID



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sepanjang sejarah agama-agama wahyu, Ilmu Tauhid yang digunakan untuk menetapkan dan menerangkan segala apa yang diwahyukan Allah kepada RasulNya tumbuh bersama tumbuhnya agama ini. Para tokoh agama berusaha memelihara dan meneguhkan agama dengan berbagai macam cara dan dalil yang mampu mereka ketengahkan. Ada yang kuat, ada yang sempit, ada yang luas, sesuai dengan masa dan tempat serta hal-hal yang mempengaruhi perkembangan agama.
Perkembangan Ilmu Tauhid mengalami beberapa tahapan sesuai dengan sesuai dengan perkembangan Islam, yang dimulai pada masa Rasulullah SAW, masa Khullafaurrasyidun, masa Daulah Umayyah, masa Daulah Abbasyiah dan masa sesudah kemunduran Daulah Abbasyiah.
1 Perkembangan Ilmu Tauhid di masa Rasulullah saw.
Masa Rasulullah saw merupakan periode pembinaan aqidah dan peraturan-peraturan dengan prinsip kesatuan umatdan kedaulatan Islam. Segala masalah yang kabur dikembalikan langsung kepada Rasulullah saw sehingga beliau berhasil menghilangkan perpecahan antara ummatnya. Masing-masing pihak tentu mempertahankan kebenaran pendapatnya dengan dalil-dalil, sebagaimana telah terjadi dlam agama-agama sebelum Islam. Rasulullah mengajak kaum muslimin untuk mentaati Allah swt dan RasulNya serta menghindari dari perpecahan yang menyebabkan timbulnya kelemahan dalam segala bidang sehingga menimbulkan kekacauan. Allah swt berfirman dalam Al-Quran surat al-Anfal ayat 46, yang artinya: “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.    Dan surat Al-Maidah ayat 15, yang artinya:  “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur)”.
Pengalaman pahit orang Kristen menjadi bukti karena perpecahan membuat mereka hancur. Mereka melupakan perjanjian Allah swt akan beriman teguh, sehingga Allah menumbuhkan rasa permusuhan dalam dada mereka yang mengakibatkan timbulnya golongan yang saling bertengkar dan bercerai berai seperti golongan Nasturiyah, Ya’kubiyah dan Mulkaniah.
Perbedaan pendapat memang dibolehkan tetapi jangan sampai pada pertengkaran, terutama dalam maslah aqidah ini. Demikian pula dalam menghadapi agama lain, kaum muslimin harus bersikap tidak membenarkan apa yang mereka sampaikan dan tidak pula mendustainya. Yang harus dikata kaum muslimin adalah telah beriman kepada Allah dan wahyuNya, yang telah diturunkan kepada kaum muslimin juga kepada mereka. Tuhan Islam dan Tuhan mereka adalah satu (Esa).
Bila terjadi perdebatan haruslah dihadapi dengan nasihat dan peringatan. Berdebat dengan cara baik dan dapat menghasilkan tujuan dari perdebatan, sehingga terhindar dari pertengkaran. Allah swt berfirman dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 125, yang artinya:  “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. Dengan demikian Tauhid di zaman Rasulullah saw tidak sampai kepada perdebatan dan polemik yang berkepanjangan, karena Rasul sendiri menjadi penengahnya.

2. Perkembangan Ilmu Tauhid pada masa Khullafaurrasyidun.
Masa permulaan khalifah Islam khususnya khalifah pertama dan kedua, Ilmu Tauhid masih tetap seperti masa Rasulullah saw. Hal ini disebabkan kaum muslimin tidak sempat membahas dasar-dasar aqidah dimaksud. Waktu semuanya tersita untuk menghadapi musuh, mempererat persatuan dan kesatuan umat.
Kaum muslimin tidak mempersoalkan bidang aqidah, mereka membaca dan memahami al-Quran tanpa takwil, mengimani dan mengamalkannya menurut apa adanya. Menghadapi ayat-ayat mutasyabihat segera mereka imani dan menyerahkan pentakwilannya kepada Allah swt sendiri.
Masa kha;ifah ke tiga, Usman bin Affan, mulai timbul kekacauan yang berbau politik dan fitnah, sehingga Usman sendiri terbunuh. Usman Islam pecah berpuak-puak dengan pandangan sendiri. Untuk mendukung pandangan mereka tanpa segan mereka menakwilkan ayat-ayat suci dan Hadits Rasulullah saw. Malahan ada diantara mereka menciptakan hadits-hadits palsu.
3. Perkembangan Ilmu Tauhid di masa Daulah Umayyah.
Dalam masa ini kedaulatan Islam bertambah kuat sehingga kaum muslimin tidak perlu lagi berusaha untuk mempertahankan Islam seperti masa seebelumnya. Kesempatan ini digunakan kaum muslimin untuk mengembangkan pengetahuan dan pengertian tentang ajaran Islam. Lebih lagi dengan berduyun-duyun pemeluk agama lain memeluk Islam, yang jiwanya belum bisa sepenuhnya meninggalkan unsur agamanya, telah menyusupkan beberapa ajarannya. Masa inilah mulai timbul keinginan bebas berfikir dan berbicara yang selama ini didiamkan oleh golongan Salaf.
Muncullah sekelompok umat Islam membicarakan masalah Qadar (Qadariyah) yang menetapkan bahwa manusia itu bebas berbuat, tidak ditentukan Tuhan. Sekelompok lain berpendapat sebaliknya, manusia ditentukan Tuhan, tidak bebas berbuat (Jabariyah). Kelompok Qadariyah ini tidak berkembang dan melebur dalam Mazhab mu’tazilah yang menganggap bahwa manusia itu bebas berbuat (sehingga mereka menamakan dirinya dengan “ahlu al-adli”),  dan meniadakan semua sifat pada Tuhan karena zat Tuhan tidak tersusun dari zat dan sifat, Ia Esa (inilah mereka juga menamakan dirinya dengan “ahlu at-Tauhid”).
Penghujung abad pertama Hijriah muncul pula kaum Khawarij yang mengkafirkan orang muslim yang mengerjakan dosa besar, walaupun pada mulanya mereka adalah pengikut Ali bin Abi Thalib, akhirnya memisahkan diri karena alasan politik. Sedangkan kelompok yang tetap memihak kepada Ali membentuk golongan Syi’ah.
4. Perkembangan Ilmu Tauhid Di Masa Daulah Abbasyiah.
Masa ini merupakan zaman keemasan dan kecemerlangan Islam, ketika terjadi hubungan pergaulan dengan suku-suku di luar arab yang mempercepat berkembangnya ilmu pengetahuan. Usaha terkenal masa tersebut adalah penterjemahan besar-besaran segala buku Filsafat.
Para khalifah menggunakan keahlian orang Yahudi, Persia dan Kristen sebagai juru terjemah, walaupun masih ada diantara mereka kesempatan ini digunakan untuk mengembangkan pikiran mereka sendiri yang diwarnai baju Islam tetapi dengan maksud buruk. Inilah yang melatarbelakangi timbulnya aliran-aliran yang tidak dikehendaki Islam. Dalam masa ini muncul polimik-polimik menyerang paham yang dianggap bertentangan. Misalnya dilakukan oleh ‘Amar bin Ubaid al-Mu’tazili dengan bukunya “Ar-Raddu ‘ala al-Qadariyah” untuk menolak paham Qadariyah. Hisyam bin al-Hakam As-Syafi’i dengan bukunya “al-Imamah, al-Qadar, al-Raddu ‘ala Az-Zanadiqah” untuk menolak paham Mu’tazilah. Abu Hanifah dengan bukunya “al-Amin wa al-Muta’allim” dan “Fiqhu al-Akbar” untuk mempertahankan aqidah Ahlussunnah.
Dengan mendasari diri pada paham pendiri Mu’tazilah Washil bin Atha’, golongan Mu’tazilah mengembangkan pemahamannya dengan kecerdasan berpikir dan memberi argumen. Sehingga pada masa khalifah al-Makmun, al-Mu’tasim dan al-Wasiq, paham mereka menjadi mazhab negara, setelah bertahun-tahun tertindas di bawah Daulah Umayyah. Semua golongan yang tidak menerima Mu’tazilah ditindas, sehingga masyarakat bersifat apatis kepada mereka. Saat itulah muncul Abu Hasan al-‘Asy’ary, salah seorang murid tokoh Mu’tazilah al-Jubba’i menentang pendapat gurunya dan membela aliran Ahlussunnah wal Jama’ah. Dia berpandangan “jalan tengah” antara pendapat Salaf dan penentangnya. Abu Hasan menggunakan dalil naqli dan aqli dalam menentang Mu’tazilah. Usaha ini mendapat dukungan dari Abu al-Mansur al-Maturidy, al-Baqillani, Isfaraini, Imam haramain al-Juaini, Imam al-Ghazali dan Ar-Razi yang datang sesudahnya.
Usaha para mutakallimin khususnya al-Asy’ary dikritik oleh Ibnu Rusydi melalui bukunya “Fushush al-Maqal fii ma baina al-Hikmah wa asy-syarizati min al-Ittishal” dan “al-Kasyfu an Manahiji al-Adillah”. Beliau mengatakan bahwa para mutakallimin mengambil dalil dan muqaddimah palsu yang diambil dari Mu’tazilah berdasarkan filsafat, tidak mampu diserap oleh akal orang awam. Sudah barang tentu tidak mencapai sasaran dan jauh bergeser dari garis al-Quran. Yang benar adalah mempertemukan antara syariat dan filsafat.
Dalam mengambil dalil terhadap aqidah Islam jangan terlalu menggunakan filsafat karena jalan yang diterangkan oleh al-Quran sudah cukup jelas dan sangat sesuai dengan fitrah manusia. Disnilah letaknya agama Islam itu memperlihatkan kemudahan. Dengan dimasukkan filsafat malah tambah sukar dan membingungkan.
5. Perkembangan Ilmu Tauhid sesudah Daulah Abbasyiah.
Sesudah kemunduran Daulah Abbasyiah, golongan asy’ariyah yang sudah terlalu jauh menggunakan filsafat dalam alirannya tidak banyak mendapat tantangan lagi. Hanya sedikit mendapat reaksi dari golongan Hambaliyah yang tetap berpegang pada pandangan golongan Salaf, beriman dengan apa yang sudah disebutkan al-Quran dan Hadits Rasulullah saw  tanpa memerlukan takwil. Pada abad ke delapan Hijriah muncullah Ibnu Taimiyah menentang aliran Asy’ariyah, karena terlalu berlebihan menggunakan filsafat dalam pembahasan Ilmu Tauhid. Timbullah pro dan kontra, ada yang membenarkan Ibnu Taimiyah dan ada yang menganggapnya sesat. Usaha Ibnu Taimiyah ini dilanjutkan oleh muridnya Ibnu Qaiyim al-Jauziyah. Sesudah itu pembahasan Ilmu Tauhid terhenti.
Hilang gairah kaum muslimin untuk mempelajari dan mengembangkannya, kecuali hanya membaca kitab-kitab yang sudah ada saja. Kefakuman ini cukup lama, barulah berakhir dengan munculnya Sayid jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh dan Sayid Rasyid Ridha di Mesir. Inilah gerakan ini disebut gerakan Salafiyah.
  1. Sejarah Perkembangan Akhlak Pada Zaman Yunani
Diduga yang pertama kali yang mengadakan penyelidikan tentang akhlak yang berdasarkan ilmu pengetahuan ialah Bangsa Yunani. Ahli-ahli filsafat Yunani kuno tidak banyak memperhatikan pada akhlak, tetapi kebanyakan penyelidikannya mengenai alam, sehingga datangnya Sephisticians (500-450 SM). Arti dari Sephisticians adalah orang yang bijaksana. (Sufisem artinya orang-orang bijak). Pada masa itu kata akhlak terungkap dengan kata etika dengan arti yang sama.
Golongan ahli-ahli filsafat dan juga menjadi guru yang tersebar di beberapa Negeri. Buah pikiran dan pendapat mereka berbeda-beda akan tetapi tujuan mereka adalah satu, yaitu menyiapkan angkatan muda bangsa Yunani, agar menjadi Nasionalis yang baik lagi merdeka dan mengetahui kewajiban mereka terhadap tanah airnya.
Pandangan tentang kewajiban-kewajiban ini menimbulkan pandangan mengenai sebagian tradisi lama dan pelajaran-pelajaran yang dilakukan oleh orang-orang dahulu, yang demikian itu tentu membangkitkan kemarahan kaum yang kolot“conservative”. Kemudian datang filsafah yang lain dan iapun menentang sekaligus mengecam mereka, dan iapun menuduh dan suka memutar balikan kenyataan. Oleh sebab itu buruklah nama mereka, meskipun terkadang ada diantara mereka lebih jauh pandangannya pada zamanya.[1]
Diantara sekian banyak ahli-ahli fikir Yunani yang menyingkapkan pengetahuan akhlak, di sini dikemukakan beberapa diantaranya yang dipandang terkemuka:
  1. a. Socrates (469-399 SM), terkenal dengan semboyan: “ Kenalilah diri engkau dengan diri engkau sendiri”. Dia dipandang sebagai perintis Ilmu Akhlak Yunani yang pertama. Usahanya membentuk pergaulan manusia-manusia. Dengan dasar ilmu pengetahuan.[2]“ Cynics dan Cyrenics” kedua pengikut Socrates. Untuk golongan Cynics hidup pada tahun (444-370 SM) diantara pelajarannya bahwa ketuhanan itu bersih dari segala kebutuhan dan sebaik-baiknya manusia itu yang berperangai dengan akhlak ketuhanan. Pemimpinya adalah Diogenes yang meninggal tahun 323 SM. Ia memberi pelajaran kepada kawan-kawannya supaya membuang beban yang ditentukan oleh ciptaan manusia dan perannya. Untuk golonganCyrenics pemimpinya adalah Aristippus dilahirkan di Cyrena (kota di Barkah) di Utara Afrika. Golongan ini berpendapat bahwa mencari kelezatan dan menjauhi kepedihan ialah satu-satunya tujuan yang benar untuk hidup, dan perbuatan itu dinamai utama bila timbul kelezatan yang lebih besar dari kepedihan. Adapun CynicsCyrenics berpendapat bahwa kebahagiaan itu dalam mencari kelezatan dan mengutamakannya.[3] berpendapat bahwa kebahagiaan itu menghilangkan kejahatan dan menguranginya sedapat mungkin. Tetapai Sehingga Ia berpendapat bahwa akhlak dan bentuk perhubungan itu tidak menjadi benar kecuali bila didasarkan kepada ilmu pengetahuan, sehingga ia berpendapat bahwa “ keutamaan adalah ilmu”. Tetapi sesuatu hal yang tidak jelas dalam ilmu Akhlaknya Socrates, apa tujuan yang terakhir dari akhlak itu serta ukuran apa yang dipergunakan menentukan baik buruknya suatu akhlak. Maka disini timbullah beberapa golongan yang berbeda-beda pendapatnya tentang tujuan akhlak, lalu muncul beberapa paham mengenai akhlak sejak zaman itu hingga sekarang ini.
  2. Plato (427-347 SM), seorang filsafat Athena dan murid dari Socrates, bukunya yang terkenal adalah “Republic”. Ia membangun ilmu akhlak melalui akademi yang ia dirikan. Pandangannya dalam akhlak berdasar dari “teori contoh” bahwa di balik alam ini ada alam rohani sebagai alam yang sesungguhnya.[4] Dan di alam rohani ini ada kekuatan yang bermacam-macam, dan kekuatan itu timbul dari pertimbangan tunduknya kekuatan pada hokum akal, ia pun berpendapat bahwa pokok-pokok keutamaan ada empat antara lain hikmah/kebijaksanaan, keberanian, keperwiraan dan keadilan. Keempat-empatnya itu adalah tiang penegak bangsa-bangsa dan perseorangan.
  3. Aristoteles (9394-322 SM), dia murid Plato yang membangun suatu paham yang khas, yang mana pengikutnya diberi nama dengan “Paripatetics”karena mereka memberikan pelajaran sambil berjalan. Dan ia berpendapat bahwa tujuan terakhir yang dikehendaki manusia mengenai segala perbuatannya ialah “bahagia” ia berpendapat bahwa jalan mencapai kebahagiaan ialah mempergunakan jalan mencapai kebahagiaan ialah mempergunakan kekuatan akal pikiran sebaik-baiknya. Selain itu  Aristoteles ialah pencipta teori serba tengah tiap-tiap keutamaan adalah tengah-tengah diantara kedua keburukan, seperti dermawan adalah tengah-tengah antar membabi buta dan takut.
Pada akhir abad yang ketiga Masehi tersiarlah kabar Agama Nasrani di Eropa. Agama itu dapat merubah pikiran manusia dan membawa pokok-pokok akhlak yang tercantum di dalam Taurat. Demikan juga memberi pelajaran kepada manusia bahwa Tuhan sumber segala akhlak. Tuhan yang memberi segala patokan yang harus kita pelihara Dalam bentuk perhubungan kita, dan yang menjelaskan arti baik dan buruk, baik menurut arti yang sebenarnya ialah kerelaan Tuhan dan melaksanakan perintah-perintah-Nya.
Menurut para ahli filsafat Yunani bahwa pendorong untuk melakukan perbuatan baik dan ilmu pengetahuan atau kebijaksanaan; menurut Agama Nasrani bahwa pendorong untuk melakukan perbuatan baik itu ialah cinta kepada Tuhan dan iman kepada-Nya.[5]
B.  Sejarah   Akhlak pada Bangsa Romawi (Abad pertengahan)
Kehidupan masyarakat Eropa di abad pertengahan dikuasai oleh gereja. Pada waktu itu gereja berusaha memerangi filsafat Yunani srta menentang penyiaran ilmu dan kebudayaan kuno. Gereja berkeyakinan bahwa kenyataan “hakikat” telah diterima dari wahyu. Apa yang  telah diperintahkan oleh wahyu tentu benar adanya. Oleh kerana itu tidak ada artinya lagi penggunaan akal dan pikiran untuk kegiatan penelitian. Mempergunakan filsafat boleh saja asalkan tidak bertentangan dengan doktrin uang dikeluarkan oleh gereja, atau memilki perasaan dan menguatkan pendapat gereja. Diluar ketentuan sperti itu penggunaan filsafat tidak diperkenankan.
Namun demikian sebagai dari kalangan gereja ada yang mempergunakan pemikiran Plato, Arostoteles dan Stoics untuk memperkuat ajaran gereja, dan mencocokkannya dengan akal. Filsafat yang menentang Agama Nashrani dibuang jauh-jauh.
Dengan demikian ajaran  akhlak yang lahir di Eropa pada abad pertengahan itu adalah ajaran akhlak yang dibangun dari perpaduan antara ajaran Yunani dan ajaran Nashrani. Diantara merka yang termasyhur ialah Abelard,, sorang ahli filsafat Perancis (1079-1142) dan Thomas Aquinas, seorang ahli filsafat Agama berkebangsaan Italia (1226-1274).
Corak ajaran akhlak yang sifatnya perpaduan antara pemikiran filsafat Yunani dan ajaran agama itu, nantinya akan dapat pula dijumpai dalam ajaran akhlak yang terdapat dalam Islam sebagaimana terlihat pada pemikiran aklhlak yang dikemukakan kaum Muktazilah.
  1. Sejarah Akhlak Pada Bangsa Arab Sebelum Islam
Bangsa Arab pada Zaman Jahiliyah tidak ada yang menonjol dalam segi filsafat sebagaimana Bangsa Yunani (Socrates, Plato dan Aristoteles), Tiongkok dan lain-lainnya. Disebabkan karena penyelidikan akhlak terjadi hanya pada Bangsa yang sudah maju pengetahuannya. Sekalipun demikian, Bangsa Arab waktu itu ada yang mempunyai ahli-ahli hikwah yang menghidangkan syair-syair yang mengandung nilai-nilai akhlak, misalnya: Luqman el-hakim, Aktsan bin Shoifi, Zubair bin Abi Sulma dan Hotim al-Thoi.
Adapun sebagian syair dari kalangan Bangsa Arab diantaranya: Zuhair ibn Abi Salamyang mengatakan: ”barang siapa menepati janji, tidak akan tercela; barang siapa yang membawa hatinya menunjuka kebaikan yang menentramkan, tidak akan ragu-ragu”. Contoh lainnya, perkataan Amir ibnu Dharb Al-Adwany ”pikiran itu tidur dan nafsu bergejolak. Barang siapa yang mengumpulkan suatu antara hak dan batil tidak akan mungkin terjadi dan yang batil itu lebih utama buatnya. Sesungguhnya penyelesaian akibat kebodohan”.
Simak apa yang dikatakan Aktsam ibn Shaify yang hidup pada zaman jahiliah dan kemudian masuk Islam. Ia berkata: ”jujur adalah pangkal keselamatan; dusta adalah merusakkan: kejahatan adalah merusakkan; ketelitian adalah sarana menghadapi kesulitan; dan kelemahan adalah penyebab kehinaan. Penyakit pikiran adalah nafsu, dan sebaik-baiknya perkara adalah sabar. Baik sangka merusak, dan buruk sangka adalah penjagaan”.
Al-Adwany pernah berpesan kepada anaknya Usaid dengan sifat-sifat terpuji, ujarnya: ’Berbuatlah dermawan dengan hartamu, Memuliakan tetanggamu, bantulah orang yang meminta pertolongan padamu, hormatilah tamumu dan jagalah dirimu dari perbuatan meminta-minta sesuatu pada orang lain”.
Dengar pula apa yang yang dikatan Amr ibn Al-Ahtam kepada budaknya:”Sesungguhnya kikir itu merupakan perangai yang akurat untuk lelaki pencuri; bermurahlah dalam cinta karena sesungguhnya diriku dalam kedudukan suci dan tinggi adalah orang yang belah kasih.setiap orang mulia akan takut mencelamu, dan bagi kebenaran memiliki jalanya sendiri bagi orang-orang yang baik.
Dapat dipahami bahwa bangsa Arab sebelum Islam telah memiliki kadar pemikiran yang minimal pada bidang akhlak, pengetahuan tentang berbagai macam keutamaan dan mengerjakannya, walaupun nilai yang tercetus lewat syair-syairnya belum sebanding dengan kata-kata hikmah yang diucapkan oleh filosof-filosof Yunani kuno. Dalam syariat-syariat mereka tersebut saja sudah ada muatan-muata akhlak.
Memang sebelum Islam, dikalangan bangsa Arab belum diketahui adanya para ahli filsafat yang mempunyai aliran-aliran tertentu seperti yang kita ketahui pada bangsa Yunani, seperti Epicurus, Plato, zinon, dan Aristo, karena penyelidikan secara ilmiah tidak ada, kecuali sesudah membesarnya perhatian orang terhadap ilmu kenegaraan.[7]
Setelah sinar Islam memancar, maka berubahlah suasana laksana sinar matahari menghapuskan kegelapan malam, Bangsa Arab kemudian tampil maju menjadi Bangsa yang unggul di segala bidang, berkat akhlakl karimah yang diajarkan Islam.[8]
Diantara ayat Al-Qur’an tentang akhlak yaitu:
Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. ( QS. An-Nahl: 90)
BAB III KESIMPULAN

  • Sejarah Perkembangan Akhlak Pada Zaman Yunani
Socrates dipandang sebagai perintis Ilmu Akhlak. Karena ia yang pertama berusaha dengan sungguh-sungguh membentuk perhubungan manusia dengan ilmu pengetahuan. Dia berpendapat akhlak dan bentuk perhubungan itu, tidak menjadi benar kecuali bila didasarkan ilmu pengetahuan.
Lalu datang Plato (427-347 SM). Ia seorang ahli Filsafat Athena, yang merupakan murid dari Socrates. Buah pemikirannya dalam Etika berdasarkan ‘teori contoh’. Dia berpendapat alam lain adalah alam rohani. Di dalam jiwa itu ada kekuatan bermacam-macam, dan keutamaan itu timbul dari perimbangan dan tunduknya kepada hukum.
Kemudian disusul Aristoteles (394-322 SM), dia adalah muridnya plato. Pengukutnya disebut Peripatetis karena ia memberi pelajaran sambil berjalan atau di tempat berjalan yang teduh
  • Sejarah   Akhlak pada Bangsa Romawi (Abad pertengahan)
Pada abad pertengahan, Etika bisa dikatakan ‘dianiaya’ oleh Gereja. Pada saat itu, Gereja memerangi Filsafat Yunani dan Romawi, dan menentang penyiaran ilmu dan kebudayaan kuno.
Gereja berkeyakinan bahwa kenyataan hakikat telah diterima dari wahyu. Dan apa yang terkandung dan diajarkan oleh wahyu adalah benar. Jadi manusia tidak perlu lagi bersusah-susah menyelidiki tentang kebenaran hakikat, karena semuanya telah diatur oleh Tuhan.
  • Sejarah Akhlak Pada Bangsa Arab Sebelum Islam
Bangsa Arab pada zaman jahiliah tidak mempunyai ahli-ahli Filsafat yang mengajak kepada aliran atau faham tertentu sebagaimana Yunani, seperti Epicurus, Zeno, Plato, dan Aristoteles.
Hal itu terjadi karena penyelidikan ilmu tidak terjadi kecuali di Negara yang sudah maju. Waktu itu bangsa Arab hanya memiliki ahli-ahli hikmat dan sebagian ahli syair. Yang memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, mendorong menuju keutamaan, dan menjauhkan diri dari kerendahan yang terkenal pada zaman mereka.
[1] Moh. Ardani, Akhlak Tasawuf (Nilai-nilai akhlak/budipekerti dalam ibadat dan tasawuf), (Jakarta: PT Karya Mulia,2005)hal: 34-35.
[2] Abjan Soleiman, Ilmu Akhlak (Ilmu Etika),(Jakarta: Dinas Rawatan Rohani Islam Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat,1976) hal: 28.
[3] Moh. Ardani, Akhlak Tasawuf, Op.cit,hal: 35-36.
[4] Abjan Soleiman, Ilmu Akhlak Op.cit,hal:.29.
[5] A. Mustofa, Akhlak Tasawuf, (Bandung: CV. Pustaka Setia,2005),hal: 45
[7] Zahruddin AR,dkk,Pengantar Studi Akhlak, (Jakarta:PT.RajaGrafindo Persada,2004) hal: 25-27.
[8] Abjan Soleiman, Ilmu Akhlak Op.cit,hal:.30.

Jumat, 15 April 2011

Asap Rokok Picu Anak Hiperaktif dan Berkelakuan Buruk

Harap hati-hati bagi Anda yang sering merokok di dalam rumah. Penelitian terbaru di Inggris menyimpulkan, paparan asap rokok dapat menyebabkan anak hiperaktif dan berkelakuan “buruk”.
Anak-anak sering kali menjadi korban dari asap rokok yang diisap ayah maupun anggota keluarganya yang lain. Sebuah studi terbaru di Inggris menunjukkan fakta bahwa seringnya seorang anak terpapar asap rokok atau biasa disebut perokok pasif (second hand smoke) dapat memicunya memiliki gangguan mental, terutama menjadi hiperaktif dan berkelakuan “buruk”.
Temuan ini, dituturkan peneliti, semakin mendesak orang tua untuk segera berhenti merokok atau paling tidak merokok di luar rumah agar asap rokok yang diisapnya tidak berdampak buruk pada orang lain, terutama anak-anak. Namun, masih belum jelas, apakah asap tembakau yang menjadi penyebab kerusakan otak anak, atau faktor lain yang memengaruhinya.
“Sudah banyak diketahui bahwa paparan asap rokok pada perokok pasif terkait dengan banyak masalah kesehatan fisik, terutama pada anak-anak.Namun,selama ini sisi kesehatan mental belum terlalu dieksplorasi,” ujar ketua peneliti Mark Hamer dari University College London, London, Inggris, seperti dilansir Reuters Health.
Menurut data Departemen Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan Amerika Serikat, yang digunakan dalam penelitian ini, terdapat 2 dari 3 anak berusia antara 3 hingga 11 tahun yang sudah terkena asap rokok di Amerika Serikat.
Sementara itu, pada anak berusia 9 sampai 17 tahun, sekitar 1 dari 5 orang di antaranya telah didiagnosis dengan beberapa jenis gangguan mental maupun kecanduan. Untuk melihat apakah data statistik tersebut benar terkait dengan masalah tersebut, Hamer dan koleganya mempelajari sebanyak 901 anak-anak yang bukan perokok berusia antara 4-8 tahun.
Para peneliti tersebut mengukur tingkat produk sampingan dari asap rokok pada air liur partisipan untuk kemudian diukur paparan asapnya. Mereka juga meminta para orangtua untuk mengisi kuesioner soal emosi dan masalah perilaku dan sosial anak.
Hasilnya, semakin banyak anak terpapar asap rokok, secara rata-rata, maka kesehatan mentalnya akan semakin buruk, terutama anak akan menjadi seorang yang hiperaktif dan berkelakuan “buruk”.
Kesimpulan akhir penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal terbaru Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine. Secara keseluruhan, sebanyak 3% dari keseluruhan anak menerima skor “abnormal”, yaitu 20 atau lebih dari penilaian Strengths and Difficulties Questionnaire, dari skala 40 poin tertinggi yang memperlihatkan kesehatan mental terburuk.
Dibandingkan dengan 101 anak yang sedikit menerima paparan asap rokok, sekitar 361 anak yang sering terkena asap rokok menerima skor rata-rata 44% lebih tinggi daripada penilaian, atau 9,2 versus 6,4.
Perbedaan mencolok ini disimpulkan setelah peneliti mempertimbangkan sejumlah faktor yang bisa jadi berdampak pada kesehatan mental, seperti penyakit asma, aktivitas fisik, dan pendapatan ekonomi keluarga. Namun, tetap saja hal itu tidak bisa memutuskan secara tepat karena beberapa faktor yang tidak terukur mungkin saja dapat berperan.
Penelitian itu juga menyebutkan, anak-anak kebanyakan terpapar asap rokok saat mereka berada di rumah. Meski begitu, studi ini belum secara mendetail menjelaskan bagaimana asap rokok memicu masalah mental pada anak.
Namun, peneliti menduga, hal ini berhubungan dengan efek asap pada bahan kimia di otak seperti dopamin. Faktor genetika juga bisa bermain, atau pengetahuan sederhana bahwa rokok berbahaya jika anak menghirupnya setiap hari.
Ketika Hamer menekankan bahwa penelitian lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini, Dr Michael Weitzman dari New York University Medical Center, Amerika Serikat, yang tidak terlibat dalam penelitian, juga memperkuat bukti bahwa paparan asap rokok dapat menyebabkan masalah kesehatan mental pada anak-anak.
Apalagi, menurut dia, janin yang sudah mulai terpapar sejak dalam kandungan,“Sekarang banyak orang yang sudah menyadari bahwa paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi mengalami sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak, infeksi telinga, dan asma,” kata Weitzman.
“Asap rokok juga menimbulkan beban besar pada kualitas hidup anak-anak, keluarga, dan masyarakat karena meningkatkan masalah kesehatan mental anakanak,” lanjutnya.
Dia merekomendasikan agar dibuatnya sebuah kampanye pendidikan publik tentang konsekuensi ini, serta lebih banyak upaya untuk membantu orang tua untuk berhenti merokok.
Sampai betul-betul menghilangkan kebiasaan merokok secara permanen, Hamer menyarankan orang tua untuk mencoba dan menghindari merokok di rumah ketika anak-anak mereka berada di sekitarnya. Asap rokok tentu akan membahayakan bagi anak, baik secara fisik maupun mental.

Sabtu, 12 Maret 2011

5 Pemecah Rekor Dunia Guinness dari Thailand

Ratu kalajengking, pernikahan kucing, dan banyak lagi di daftar ini yang menandai keunggulan Thailand sebagai pemecah rekor dunia versi Guinness.


Ratu Kalajengking Thailand, Kanchana Ketkeaw, mengisi waktunya dengan membaca majalan saat ia berusaha memecahkan rekor 'hidup terlama dengan kalajengking' pada 2002 lalu. Tetapi dia bukan satu-satunya, inilah sebagian dari rekor-rekor tergila dan terhebat yang dibuat dan dipecahkan di Thailand dalam 20 tahun terakhir.

1. Pernikahan termahal hewan peliharaan


Sejak 1996 sampai sekarang, rekor ini belum terpecahkan. Kucing Phet dan Ploy menikah mengenakan baju senada warna pink. Kucing-kucing ini bukan jenis sembarangan, keduanya memiliki 'mata berlian', yang sebenarnya adalah semacam penyakit glaukoma. Orang Thailand justru mempercayai bahwa 'mata berlian' itu membawa keberuntungan.  

Pernikahan kedua kucing ini menghabiskan lebih dari 400 ribu baht (Rp 135,9 juta) dan dihadiri oleh 500 tamu. Para tamu memberi hadiah uang yang totalnya berjumlah 15 juta baht (Rp 4,3 miliar) dengan mas kawin seharga 550 ribu baht (Rp 159 juta). Kucing betina dibawa menggunakan Rolls Royce, kucing jantan diangkut menggunakan helikopter, sementara seekor kakatua menjadi pendamping pengantin pria dan iguana menjadi pendamping pengantin wanita.  


2. Paling lama hidup dengan kalajengking


Kanchana Ketkeaw adalah ratu kalajengking Thailand. Ia memecahkan rekornya sendiri pada Januari tahun lalu saat tinggal di kotak kaca seukuran kamar tidur selama 33 hari dengan 5000 ekor kalajengking. 

Pada 2002, ia tinggal di kamar yang sama selama 32 hari dengan 3400 ekor kalajengking. Perempuan ini sudah menjadi legenda lokal atas keberaniannya. Ia pun sering mempertontonkan 'keahliannya' itu untuk para turis. Menurut Kanchana, dia sudah pernah disengat ratusan kali tapi racun kalajengking kini tak lagi mempan di tubuhnya karena sudah membentuk kekebalan.  


3. Restoran terluas di dunia


Mang Gorn Luang (Royal Dragon) di Bangkok terletak di lahan seluas 1,6 hektare, memiliki 5000 tempat duduk dan mempekerjakan 541 pelayan yang mengenakan sepatu roda. Pada 2008, restoran ini kalah dari sebuah restoran Syria yang memiliki 6000 tempat duduk. Meski begitu, restoran ini masih menampilkan menu dalam skala luar biasa, dengan 1000 jenis masakan, termasuk Thailand, Barat, Cina, dan Jepang.

4. Kolam arus terbesar di dunia


Pada 2009, Guinness World Records mengakui kolam arus seluas 13.600 meter persegi di Siam Park City sebagai yang terbesar di dunia. Kolam ini sebenarnya sudah ada sejak 30 tahun lalu tapi belum pernah diikutsertakan dalam pemecahan rekor sampai 2009.  

Kolam arus Talay Krung Thip (Laut Bangkok) ini juga memiliki air terjun dan penataan lansekap yang menarik. Petugas menambahkan bahwa ombak di kolam ini bisa sampai ketinggian 1,5 meter.  


5. Gadis tertinggi di dunia


Sampai 2010, gadis Thailand berusia 17 tahun Malee Duangdee, dengan 207 cm, adalah gadis tertinggi di dunia. Rekor ini kini dipegang oleh remaja Amerika berusia 16, Marvadene Anderson, dengan tinggi badan 210 cm.

1. Meletakkan jari di antara gigi. Jari yang saya maksud di sini tentu saja semua jari tangan (kecuali jari tengah) dan bukan jari kaki. Jari tengah tidak termasuk karena akan memberikan “makna yang berbeda”.
2. Mengedipkan matanya lebih sering daripada biasanya ketika berbicara dengan anda. Tapi harus anda pastikan dulu itu bukan karena kelilipan.
3. Memilin-milin rambut dengan jarinya ketika dia sedang menatap anda.
4. Menatap mata anda dengan tatapan dalam dan pupil matanya membesar. Akan sangat susah melihat fenomena ini pada wanita yang mengidap katarak.
5. Ikut tertawa dengan anda ketika anda menertawakan suatu hal yang bahkan mungkin tidak lucu menurut dia. Ketika ngobrol dengan dia cobalah untuk menertawakan suatu hal yang jauh dari kategori lucu, dan perhatikan reaksinya.
6. Menyentuh pipi atau menggosok dagunya dengan lembut. Hal ini merupakan pertanda dia sedang berpikir bahwa dia merasa cocok dengan anda dalam beberapa hal.
7. Mengangkat alis kemudian menurunkannya sambil tersenyum. Hal ini menunjukkan bahwa dia tertarik dengan anda.
8. Berusaha mengikuti cara anda berbicara baik itu dari cepat lambatnya anda berbicara maupun tinggi rendahnya suara anda.
9. Menyentuh lengan, bahu, tangan atau paha anda ketika berbicara dengan anda.
10. Melipat kedua tangannya di atas meja ketika sedang berbicara dengan anda dengan cara meletakkan siku di atas punggung tangan yang satu, sementara tangan memegang siku yang lainnya dengan punggung tangan menghadap anda.

Bahasa Tubuh Saat Pria Jatuh Cinta

Apakah si dia sekedar menyukai atau sangat tertarik dengan Anda ? Hal itu bisa diketahui dari bahasa tubuhnya. Mengetahui arti bahasa tubuh pria bisa mempermudah Anda berkomunikasi dengannya. Berikut arti dari empat bahasa tubuh pria.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwNiPmz7aUq-Wjk32VAIFf4BDVGlkMKJcth65iOgZDYyC9KXRp9nHx38OKm7wrfILCDLov0EF9llPFMCA0GkZi7F-XLg2S_OjfdSQhyyRHUYXj74QmGOpQAyrU5bbyKuCN8sYotkoslbY/s400/Fall-in-Love-at-First-Site.jpg
1. Dia memandang mata Anda lebih dari dua kali
Jika ada seorang pria terlihat memandangi mata Anda lebih dari dua kali, tandanya ia memeriksa kondisi di sekeliling apakah Anda sendirian, bersama teman, atau bersama pasangan. Lalu, jika ia melihat Anda lebih dari tiga kali, tandanya ia sangat penasaran, dan ingin mendekati Anda. Menurut Janine Driver penulis buku “You Say More Than You Think, meskipun pria tidak mendekati tetapi jika ia memandang wanita berkali-kali, tandanya ia sangat tertarik.

2. Mendekatkan wajahnya
Ketika seorang pria tertarik pada seorang wanita, ia akan memasuki ruang pribadi. Yaitu dengan meletakkan wajahnya dekat dengan wajah Anda saat berbicara. Menurut Driver, pria akan mendekatkan wajahnya pada wanita incaran lebih dari biasanya, jika ingin menjadi orang yang spesial.
3. Berbicara pelan dan lembut
“Saat tertarik pada seseorang, Anda akan berbicara 25 persen lebih pelan dan lembut dibandingkan saat berbicara normal,” kata Greg Hartley, lulusan U.S. Army Interrogation School dan penulis “Date Decoder”,seperti dikutip dari Shine. Jadi, jika ia berbicara seperti menggantung pada setiap kata, sebenarnya ia ingin melihat reaksi dan mendengar cerita Anda.
4. Berusaha menyentuh
Pria yang berusaha menyentuh dan selalu berusaha untuk berdekatan merupakan tanda-tanda ia sedang jatuh cinta. Ia akan berusaha menyentuh tanpa disadari. Hal itu menggambarkan keinginannya untuk melindungi Anda melalui sentuhannya.

Bahasa Tubuh Saat Pria Jatuh Cinta (Bagian 2)


Secara tidak sadar, pria akan melakukan gerakan-gerakan tertentu saat tertarik pada seorang wanita, atau bertemu dengan seseorang yang disukainya. Dikutip dari ivillage, ada 12 gerakan yang mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang membuat pria tertarik atau kagum pada seseorang.
Jika pria di depan Anda menunjukkan setengah atau lebih dari 12 tanda-tanda berikut ini, besar kemungkinan dia tertarik pada Anda!
1. Menaikkan Alis
Seseorang akan secara refleks menaikkan alisnya saat bertemu seseorang yang menarik perhatiannya. Menaikkan alis bisa membuka mata lebih lebar dan membuat mata menangkap pantulan di depannya lebih jelas. Jika pria menaikkan alisnya saat menatap Anda, ini bisa berarti si dia tertarik sejak pertama kali bertemu dan ingin ‘memperjelas’ penglihatannya terhadap Anda.
2. Bibirnya Sedikit Terbuka Saat Menatap Anda
Jika pria melihat apa yang disukainya, biasanya bibirnya otomatis akan sedikit terbuka selama beberapa saat, tanpa dia sadar.
3. Hidung Mengembang dan Wajah Tampak ‘Terbuka’
Alis yang menaik, bibir terbuka, hidung mengembang dan mata terbuka lebar memberi ekspresi wajah yang bersahabat. Ini tandanya si dia siap mengenal Anda lebih dekat.
4. Mencoba Mencuri Perhatian
Ketika pria merasa tertarik dengan wanita, maka dia akan berusaha menarik perhatian wanita tersebut. Beberapa diantaranya mungkin mencoba melontarkan lelucon, tertawa sekeras-kerasnya, atau sikap-sikap berlebihan lainnya. Itu semua dilakukannya agar dia terlihat menonjol di depan sang wanita. Jika dia berada dalam grup, dia secara tak sadar akan memisahkan diri dengan duduk agar berjauhan dari teman-temannya. Dia berharap akan dilihat secara individual.
5. Mengencangkan Dasi atau Merapikan Kerah Baju
Saat pria mengencangkan dasi, merapikan kerah atau bajunya, ini berarti dia ingin terlihat bagus di depan wanita yang disukainya.
6. Merapikan Atau Mengacak-Acak Rambutnya
Saat bertemu wanita yang disukainya, pria akan sering terlihat merapikan atau mengacak rambut, tergantung model rambut yang dia punya. Tujuannya adalah agar dia terlihat lebih menarik di depan Anda.
7. Alis Matanya Naik Saat Anda Berbicara
Ekspresi ini menandakan dia melihat Anda sebagai wanita yang sangat menarik. Sementara jika dia melihat Anda dengan tatapan alis dan mata yang rileks, ini berarti obrolan Anda membosankan.
8. Badan Tegap dan Mengarah ke Depan
Saat berhadapan dengan wanita yang disukainya, pria akan duduk –atau berdiri– dengan dada tegap, menarik perutnya ke dalam untuk menunjukkan otot-ototnya. Cara ini dilakukan agar dia terlihat gagah dan jantan. Tubuhnya akan condong ke arah Anda, yang mengartikan dia memberi perhatian penuh dan ingin lebih dekat secara fisik.
9. Dia Ingin Anda Tahu, Bahwa Dia Sedang Memerhatikan Tubuh Anda
Para ahli menyebut perilaku ini sebagai ‘pelayaran visual’ yang artinya, dia mencoba memerhatikan segala hal detail dari Anda. Matanya akan berhenti di satu titik yang jadi bagian paling menarik baginya. Jangan terburu-buru berpikiran negatif. Bukan berarti si dia melecehkan Anda, tapi dia justru ingin Anda menyadari yang dilakukannya. Pesan dari dia: ‘Saya tertarik pada Anda secara seksual’.
10. Berdiri dengan Tangan di Pinggul
Berdiri dengan tangan di pinggul, berarti menunjukkan kepercayaan diri dan dia mencoba menunjukkan keunggulan dirinya secara fisik.
11. Memainkan Kancing atau Retsleting Jaket
Dia sesekali membuka/menutup kancing baju, atau memainkan retsleting jaketnya. Kadang dia bisa membuka jaket dan menggantungkannya di lengan. Gerakan ini menandakan dia merasa sedikit gugup saat berhadapan dengan Anda.
12. Sering Menyentuh Wajah Saat Menatap Anda 
Berkali-kali menyentuh pipi, telinga, turun ke dagu atau menggosok bibir dengan jari-jari tangannya bisa jadi tanda si dia tertarik dengan Anda. Tanda ini juga berlaku pada wanita. Saat tertarik dengan seseorang, kulit kita (terutama bibir dan mulut) jadi sangat sensitif dan ‘meminta’ mendapat stimulasi sentuhan tangan.

Rabu, 23 Februari 2011

Perempuan Muslim Lebih Cantik Pakai Jilbab

Perempuan Jilbab1. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab,  Dia akan tutup Aurat
2. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia akan jaga maruah pada diri
3. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab,  Dia cantik
4. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia tidak akan tunjukan kecantikan kepada orang lain
5. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? sebab, Dia anak soleha
6. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia patuh pada orang tua dan saudara-saudaranya
7. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia menghormati orang lain
8. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia takut apabila dia  tak pakai jilbab orang akan liat dia cantik dan ada niat yang tak baik terhadap dirinya
9. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia ingin jauh dari fitnah
10. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia tidak akan menyusahkan orang lain
11. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia akan dapat pahala
12. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia dapat menghindari maksiat
13. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Supaya dia dapat menjadi contoh para perempuan lain
14. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Supaya lelaki yang beriman saja yang suka dia
15. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia dengar seruan Rasullullah
16. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dapat mengurangkan nafsu lelaki
17. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Rambut adalah mahkota baginya
18. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab? Sebab, Dia tak akan ditarik rambutnya, digantung dengan bara-bara api dan dan dibakar dengan dahsyat di akhirat kelak
Dalil mengenai wajibnya mengenakan pakaian bahagian atas (khimar/tudung) adalah Firman Allah,
“Hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dada mereka” [QS An-Nur (24):31].
Dan Hadis Rasulullah riwayat dari Bazzar dan At-Termizi menjelaskan,
“Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, setiap kali mereka keluar, syaitan akan memperhatikannya.”
Dalil lain yang menunjukkan bahawasanya seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan dua telapak tangan ialah sabda Rasulullah kepada Asma’ binti Abu Bakar,
“Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidh) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” [HR Abu Dawud]
p/s: Duhai calon penghuni syurga… untukmu yang paling bahagia karena agama dan akhlakmu.. meski tanpa permata, berlian dan emas yang menghiasi melainkan berkat akhlak karimahmu yang selalu engkau jaga menjadikanmu sebagai wanita yang anggun..
Duhai calon yang akan dicemburui oleh para bidadari syurga… bersegeralah untuk memakai jilbab atau tudung kepala dengan sempurna karena akan terlihat lebih cantik apabila kamu memakainya. Kalau engkau memakai jilbab atau tudung, sesungguhnya Allah teramat suka dan cinta terhadap hamba-Nya yang maha mengikuti perintah-Nya..
Duhai calon perhiasan dunia-akhirat.. ku ucapkan selamat bagimu yang telah memakai jilbab dan ku do’akan semoga jilbab yang kamu kenakan ini dapat melindungimu. Bagi yang belum semoga secepatnya akan mengenakannya karena SUNGGUH ENGKAU SANGAT CANTIK DENGAN BERBALUT JILBAB !!

9 Pedang Milik Nabi Muhammad SAW

Ini adalah pedang-pedang yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya untuk berdakwah, jumlah total pedang yang pernah digunakan ada 9 buah.
1. Al Ma’thur

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).
Juga dikenal sebagai ‘Ma’thur Al-Fijar’ adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.
2. Al ‘Adb

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).
Al-’Adb, nama pedang ini, berarti “memotong” atau “tajam.” Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.
3. Dhu Al Faqar

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).
Dhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya.
Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.
4. Al Battar

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).
Al Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi‘, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi :
‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’.
Gambar ukiran nama-nama para nabi di dalamnya :

Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika dia turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.
5. Hatf

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992)
Hatf adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun.
Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan dia juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu.
Dia menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.
6. Al Mikhdham

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).
Ada yang mengabarkan bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang dia pimpin di Syria.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’.
7. Al Rasub

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).
Ada yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.
8. Al Qadib

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).
Al-Qadib berbentuk blade tipis sehingga bisa dikatakan mirip dengan tongkat. Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan.
Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat:
“Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.”
Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.
9. Qal’a

Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami,
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi(Cairo: Hijr, 1312/1992).
Pedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi.
Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika dia menemukan air Zamzam di Mekah.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.”
Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.